CERPEN – Bersama Lebih Baik

BERSAMA LEBIH BAIK

Kania dan Vania adalah kakak adik yang kini telah menjadi anak yatim piatu. Sejak kedua orang tuanya meninggal, tante mereka mengirim kedua keponakannya yang saat itu masih berusia 8 dan 5 tahun ke panti asuhan. Awalnya mereka merasa takut untuk tinggal di panti, namun seiring berjalannya waktu mereka akhirnya terbiasa hingga hampir 5tahun berlalu. Sekarang mereka merasa nyaman tinggal dipanti karena disana mereka memiliki teman-teman dan ibu panti yang sangat sayang kepada mereka.

Suatu ketika, sepasang suami istri datang ke panti dimana kania dan vania tinggal disana. Sepasang suami istri itu beniat untuk mengadopsi salah satu sanak yang ada di panti tersebut, dan mereka memutuskan untuk mengadopsi Vania. Mengetahui hal tersebut, vania merasa takut dan sedih karena akan terpisah oleh sang kakak tersayang yaitu Kania. Begitu juga sebaliknya sang kakak juga merasa sedih dan berat hati karena harus merelakan adiknya di adopsi dan harus berpisah dari dirinya. Namun, itu sudah menjadi peraturan di panti bahwa jika ada salah satu anak di panti yang hendak di adopsi, maka anak tersebut tidak boleh menolaknya.

Akhirnya, dengan berat hati Vania pun ikut bersama sepasang suami istri tersebut yang kini telah menjadi orang tua angkat Vania. Dalam benak Vania terbesit angan “andai saja aku bisa meminta kepada orang tua angkatku agar mereka mau mengadopsi kakakku juga”. Tetapi sayang Vania tidak mempunyai keberanian untuk mengutarakan angannya itu kepada orang tua angkatnya. Namun didalam hati Vania berjanji bahwa suatu saat nanti ia akan kembali ke panti ini untuk menjemput kakaknya dan mengajaknya tinggal bersama.Sementara Kania, sang kakak, merasa begitu menyesal telah membiarkan adiknya pergi meninggalkannya.

Setelah kepergian Vania selama dua hari, Kania memutuskan untuk pergi dari panti dan bermaksud untuk mencari adiknya. Sementara itu, disisi lain Vania sering sekali menangis semenjak ia di adopsi. Hingga seminggu berlalu pun Vania tetap menangis tiap malam dan selalu murung tiap harinya. Melihat kondisi Vania seperti itu, Orang tua angkatnya pun khawatir dan menanyakan kepada Vania mengapa ia selalu murung setiap hari. Awalnya Vania masih takut untuk menjawab pertanyaan itu dengan jujur, namun setelah orang tua  angkatnya memberi pengertian, akhirnya Vania pun mau menceritakan sejujurnya bahwa ia bersedih karena harus berpisah dengan sang kakak. Vania pun memohon kepada orang tua angkatnya untuk mengadopsi kakaknya juga. Setelah mendengar penjelasan dari vania, kedua orang tua angkat Vania pun menyetujui untuk mengadopsi kakaknya juga demi mewujudkan kebahagiaan Vania. Karena kebahagiaan Vania adalah prioritas utama bagi kedua orang tua angkatnya. Andai saja dari awal Vania berani mengutarakan angannya untuk mengajak sang kakak  tinggal bersama, pasti kedua orang tua angkatnya pun juga akan menurutinya.

Keesokkan harinya, Vania bersama kedua orang tua angkatnya pergi ke panti asuhan untuk mengadopsi anak lagi yang tidak lain adalah Kania. Namun sayang, pada saat itu Kania tanpa izin telah pergi meninggalkan panti. Mendengar hal tersebut Vania dan orang tua angkatnya bermaksud untuk mencari Kania. Vania merasa sedih karena terlambat datang ke panti.

Vania dan kedua orang tuanya terus berusaha mencari Kania. Hingga suatu ketika, Vania melihat sang kakak sedang membersihkan kaca mobil di perempatan lampu merah. Dan seketika itu juga, Vania menghampiri kakaknya. Kania pun terkejut ketika menyadari bahwa yang menghampirinya itu adalah Vania, yang tak lain adalah adik kandungnya yang selama ini ia cari-cari. Mereka langsung berpelukan melepas kerinduan yang telah lama tidak bertemu. Melihat kondisi kakaknya yang sekarang, Vania merasa sedih. Sementara kania sangat senang karena melihatt keadaan adiknya yang sekarang telah berubah menjadi lebih baik. Tanpa pikir panjang, Vania menawarkan kakanya untuk tinggal bersama dirumah orang tua angkatnya. Kania sangat terkejut mendengarnya, karena sebenarnya Kania juga ingin mengajak adiknya untuk tinggal bersama, namun tidak bersama orang tua angkat adiknya melainkan hanya berdua. Akan tetapi, setelah berfikir panjang Kania pun mengurungkan niatnya karena masih merasa belum mampu untuk memenuhi semua kebutuhan adiknya. Masih banyak tanggungan yang seharuanya belum menjadi tangggungan Kania. Akhirnya, Kania pun menyetujui permintaan adiknya. Dan  sejak saat itu, Kania dan Vania bisa tinggal bersama lagi dan bahagia seperti dahulu saat mereka berada dipanti asuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s